Apa itu Komunikasi Telepon Seluler ?

Apa itu Komunikasi Telepon Seluler ?


indohunter.com – Saat ini kemajuan teknologi secara langsung dan tidak langsung memberikan kemudahan kepada manusia dalam melaksanakan aktivitasnya. Semakin majunya teknologi dibidang informasi membuat manusia semakin cepat mengetahui berbagai berita dari seluruh dunia.

Berbagai teknologi canggih tercipta untuk membuat manusia agar lebih mudah berkomunikasi dengan yang lainnya bahkan di tempat yang jauh dalam waktu yang sangat singkat. Salah satu teknologi dalam bidang informasi adalah telepon seluler.

Telepon seluler atau telepon genggam (telgam) atau biasa disebut handphone (HP) adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel.

loading...
Sejarah Awal Telepon Seluler

Dahulu, sebelum teknologi telepon ditemukan, manusia menggunakan surat dan telegraf. Telegraf adalah alat untuk mengirim dan menerima pesan menggunakan kode morse sebagai kode komunikasi. Teknologi telegraf sudah tidak efektif lagi digunakan di zaman yang sudah serba canggih ini. Maka dibuatlah yang namanya telepon genggam.

Penemu telepon genggam yang pertama adalah Martin Cooper, seorang karyawan Motorola pada tanggal 03 April 1973, walaupun banyak disebut-sebut penemu telepon genggam adalah sebuah tim dari salah satu divisi Motorola (divisi tempat Cooper bekerja) dengan model pertama adalah DynaTAC. Ide yang dicetuskan oleh Cooper adalah sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara fleksibel.

Martin Cooper bersama timnya menghadapi tantangan yang sulit, bagaimana memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil tersebut. Namun akhirnya sebuah telepon genggam pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua kilogram. Untuk memproduksinya, Motorola membutuhkan biaya setara dengan US$1 juta. Pada tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) yang setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).

Setelah berhasil memproduksi telepon genggam, tantangan terbesar berikutnya adalah mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung sistem komunikasi telepon genggam tersebut dengan menciptakan sistem jaringan yang membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia.

Tokoh lain yang diketahui sangat berjasa dalam dunia komunikasi seluler adalah Amos Joel Jr yang lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918, ia memang diakui dunia sebagai pakar dalam bidang switching. Ia mendapat ijazah bachelor (1940) dan master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT. Tidak lama setelah studi, ia memulai kariernya selama 43 tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching. Amos E Joel Jr, membuat sistem penyambung (switching) telepon genggam dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain.

Switching ini harus bekerja ketika pengguna telepon genggam bergerak atau berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus. Karena penemuan Amos Joel inilah penggunaan telepon genggam menjadi nyaman.

Perkembangan Telepon Seluler

Generasi I

Telepon genggam generasi pertama disebut juga 1G. 1-G merupakan telepon genggam pertama yang sebenarnya. Tahun 1973, Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan telepon genggam pertama dan diperkenalkan kepada publik pada 3 April 1973. Telepon genggam yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800 gram. Penemuan inilah yang telah mengubah dunia selamanya. Teknologi yang digunakan 1-G masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS. AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz- 894 Mhz dan dioperasikan pada Band 800 Mhz.

Karena bersifat analog, maka sistem yang digunakan masih bersifat regional. Salah satu kekurangan generasi 1-G adalah karena ukurannya yang terlalu besar untuk dipegang oleh tangan. Ukuran yang besar ini dikarenakan keperluan tenaga dan performa baterai yang kurang baik. Selain itu generasi 1-G masih memiliki masalah dengan mobilitas pengguna. Pada saat melakukan panggilan, mobilitas pengguna terbatas pada jangkauan area telepon genggam.


Generasi II

Generasi kedua atau 2-G muncul pada sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan teknologi GSM. GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih besar. Pada generasi 2G sinyal analog sudah diganti dengan sinyal digital. Penggunaan sinyal digital memperlengkapi telepon genggam dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS.

Telepon genggam pada generasi ini juga memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan karena penggunaan teknologi chip digital. Ukuran yang lebih kecil juga dikarenakan kebutuhan tenaga baterai yang lebih kecil. Keunggulan dari generasi 2G adalah ukuran dan berat yang lebih kecil serta sinyal radio yang lebih rendah, sehingga mengurangi efek radiasi yang membahayakan pengguna.


Generasi III

Generasi ini disebut juga 3G yang memungkinkan operator jaringan untuk memberi pengguna mereka jangkauan yang lebih luas, termasuk internet sebaik video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000.

Pada generasi ini telepon genggam mulai dimasukkan sistem operasi (yang sering disebut smartphone) sehingga membuat fitur semakin lengkap bahkan mendekati fungsi Komputer personal. Sistem operasi yang digunakan antara lain Android, iOS, Symbian, dan Windows Mobile.


Generasi IV

Generasi ini disebut juga Fourth Generation (4G). 4G merupakan sistem telepon genggam yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah ada termasuk Wireless Broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dan lain-lain. Sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja dan di mana saja.

4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir, 4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing, online game, dan lain-lain.

Cara Kerja Telepon Seluler

Telepon seluler tidak menggunakan sistem wireline, namun menggunakan sistem wireless. Sistem wireless adalah jaringan nirkabel dimana cara kerjanya tanpa menggunakna kabel untuk berkomunikasi dengan pengguna yang lain.

Antara pegirim dan penerima harus tercakup dalam Base Transceiver Station (BTS) yang memfasilitasi antar pengguna telepon seluler secara wireless.

Berikut ini adalah cara kerja telepon seluler :

  1. Suara pengirim diterima oleh alat yang disebut microphone
  2. Gelombang suara yang ditangkap microphone diubah menjadi sinyal listrik yang kemudian dipancarkan ke BTS terdekat oleh ponsel
  3. BTS menerima sinyal tersebut untuk diteruskan ke pusat telekomunikasi
  4. Pusat telekomunikasi meneruskan sinyal ke BTS terdekat untuk diterukan kepada penerima
  5. Sinyal yang sampai pada penerima diubah menjadi geombang suara oleh alat yang disebut speaker
Baca Juga :
Keunggulan dan Kekurangan Telepon Seluler

Keunggulan :

  • Mudah dibawa kemana-mana
  • Memudahkan mencari informasi di internet
  • Banyaknya fitur yang terdapat di telepon seluler saat ini
  • Mudahnya berkomunikasi antar pengguna telepon seluler
  • Ukuran yang relatif kecil
  • Membantu aktivitas sehari-hari

Kekurangan :

  • Terbatas penggunaannya (membutuhkan daya)
  • Efek radiasi yang mengganggu kesehatan penggunanya
  • Harga untuk mendapatkan internet dan berkomunikasi relatif mahal

Demikianlah artikel tentang “apa itu komunikasi telepon seluler” ini. Semoga membantu kalian dalam mengerjakan tugas atau menambah ilmu tentang dunia teknologi saat ini.